Orientasi Teknis “Penyelenggaraan Pendidikan Keluarga”

Orientasi Teknis “Penyelenggaraan Pendidikan Keluarga” yang diadakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, Selasa (7/3)  diikuti 312 peserta, dari Kepala UPT Pendidikan Wilayah I-XII, Pengawas SD, Penilik PAUD, Kepala SD s/d SMK, ketua Himpaudi, IGTKI, PKG PAUD Kecamatan, ketua PKBM dan Ketua LKP.

Bertempat di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, acara dimulai jam 09.00  WIB. Ortek ini dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan, Drs. Hanafi, MM, yang dalam sambutannya mengemukakan pentingnya pendidikan keluarga, dengan mengingat kata ulama “Al Ummu Madrosatul Uulaa”, bahwa ibu adalah sekolah yang pertama. Hanya sebentar memberikan sambutan dan membuka acara, Hanafi yang juga sebagai ketua BAZNAS menggunakan kesempatan ini juga untuk sosialisasi BAZNAS, bersama Gus Sholah dan Nurul Azizah sebagai pengurusnya.

Dilanjutkan dengan acara inti ortek, dengan pemateri pertama tentang “Manajemen Pendidikan keluarga di Satuan Pendidikan” oleh Hadi Wiyono, SH, dari Propinsi Jawa Timur. Dengan suaranya yang enak di dengar, sehingga peserta dengan tenang memperhatikan slide demi slide materi di power point yang ditambah penjelasan dari pemateri ini. Antara lain dijelaskan tentang tujuan program ini yaitu untuk menjalin kerjasama dan keselarasan program pendidikan di sekolah, keluarga, dan masyarakat sebagai tri sentra pendidikan dalam membangun ekosistem pendidikan yang kondusif untuk menumbuhkembangkan karakter dan budaya berprestasi peserta didik.

Pemateri pertama menutup dengan lagu religi Pasha Ungu “Dengan Nafasmu”, menambah suasana di aula yang semakin siang menjadi bersemangat untuk menuju materi selanjutnya.

“Pengasuhan Positif” yang menjadi topik pada materi kedua ini disampaikan oleh Drs. Totok Isnanto, yang sudah tidak asing lagi bagi para pendidik di Bojonegoro, karena beberapa kali menjadi pemateri di acara pelatihan yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan. Dengan gayanya yang khas, tenang dan bersahaja, namun sesekali membuat “gerr” para peserta, sehingga meskipun sering mendengarkan, dijamin tidak akan bosan.

Totok Isnanto yang dulu pernah menjabat sebagai Kabid PNFI Propinsi Jawa Timur, mengawali materinya dengan menceritakan beberapa kisah pendidikan dari seorang ibu yang telah berhasil mengantarkan anaknya menjadi orang sukses sesuai potensi yang dimilikinya. Dengan do’a dan penjagaan lisan yang terucap dari seorang ibu, antara lain : As Sudais Al Haafidz telah menjadi imam besar di masjidil haram, Totto Chan, Fauzil ‘Adzim, yang telah menjadi penulis buku dan motivator, serta beberapa tokoh inspiratif lainnya.

Dilanjutkan dengan penjelasan tentang pola asuh, pentingnya pengasuhan positif, komunikasi efektif, dan diakhiri dengan penyampaian beberapa tips untuk memahami anak-anak dari Ustadz Yusuf Mansyur, diantaranya adalah : ” Tinggalkan HP sesaat kalau bisa, dan matikan juga TV. Jika ada teman yang menelpon, katakan  “Maaf saat ini aku sedang sibuk mendampingi anak-anak.”

Semua ini tidak menyebabkan jatuhnya wibawamu, atau hilangnya kepribadianmu. orang bijaksana tahu bagaimana cara menyeimbangkan segala sesuatu dan menguasai pendidikan anak. Selain itu jangan lupa berdoa dan bermohon kepada Allah, agar anak-anak kita menjadi perhiasan yang menyenangkan, baik di dunia maupun di akhirat, Subhaanallah… ” Acara ditutup, oleh Kasi PAUD dan Dikmas,  Dra. Hj. Endang Agustini, MM.  May useful. (EnNuzul)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.