Pengalaman Dini vs Kemudian

pengalaman dini vs kemudian pengalaman dini vs kemudian

Artikelpaud.com Apabila bayi mengalami keadaan yang negatif dan menekan dalam kehidupannya, dapatkah pengalaman itu diatasi oleh pengalaman yang lebih positif di kemudian hari? Atau apakah pengalaman awal merupakan suatu yang sangat kritis dan menjadi prototipe untuk bayi sehingga pengalaman tersebut tidak dapat diatasi oleh lingkungan yang kemudian, yang lebih positif.

Isu pengalaman dini vs kemudian mempunyai sejarah yang panjang dan masih diperdebatkan secara hangat. Beberapa ahli percaya bahwa bayi tidak mengalami pengasuhan yang hangat pada tahun pertama kehidupan, perkembangan mereka tidak pernah akan optimal. Penekanan pada pentingnya pengalaman dini terletak pada keyakinan bahwa tiap kehidupan merupakan bayangan yang berlanjut bahwa kualitas psikologis dapat dilacak kembali ke akarnya.

Isu tentang pentingnya pengalman dini vs kemudian ini bertentangan dengan pandangan yang menganggap penting pengalaman di kemudian hari. Menurut perkembangan ini, perkembangan berjalan seperti sungai yang mengalir. Memandang pentingnya pengalaman di kemudian mendukung pendapat bahwa anak dapat terpengaruh sepanjang perkembangan dan pengasuhan sensitif di kemudian hari sama pentingnya dengan pengasuhan sensitif di usia dini. Pengalaman dini merupakan penyumbang yang penting untuk perkembangan tetapi tidak lebih penting daripada pengalaman kemudian. Anak tempramen, seperti pemalu dan penakut mempunyai kapasitas untuk mengubah tingkah lakunya.

Orang-orang dalam budaya barat yang menganunut aliran psikoanalisis klasik (freudian) cenderung mendukung ide bahwa pengalaman dini lebih penting daripada pengalaman yang kemudian. Para ahli setuju bahwa pengalaman kunci dalam perkembangan anak adalah anak dengan orang tua mereka pada lima tahun pertama kehidupan. Bertentangan dengan hal itu, mayoritas orang-orang di dunia tidak memeiliki keyakinan yang sama dengan pendapat para ahli tersebut.

Semoga artikel tentang Pengalaman Dini vs Kemudian ini dapat bermanfaat untuk Ibu dan Bapak Guru PAUD Indonesia

Leave a comment

Your email address will not be published.


*