Periode Rentang Kehidupan

periode rentang kehidupan periode rentang kehidupan

artikelPAUD.com, Konsep pembagian rentang kehidupan ke dalam sejarah periode merupakan kontruksi sosial, artinya pembagian tersebut merupakan sebuah gagasan yang secara luas diterima oleh anggota masarakat bahwa terdapat sejumlah karakteristik yang khas pada waktu tertentu dilihat dari persepsi dan amsumsi subjektif. Hari demi hari mengalir terus tanpa ada perbedaan, kecuali kesan perbedaan yang dibuat oleh seseorang. Saudara…. mari kita simpulkan bahwa “ tidak akan ada waktu yang dapat diartikan secara objektif tentang kapan seorang anak menjadi orang dewasa, atau orang dewasa menjadi tua”.

Dulu anak sering dipandang dan diperlakukan seperti orang dewasa mini. Sekarang di negara berkembang anak-anak sering bekerja berdampingan dengan orang yang lebih tua. Perkerjaan yang sama dan juga dilakukan dalam waktu yang sama. Di negara maju remaja adalah perkembangan yang populer. Sedangkan pra-industri, konsep tentang remaja tidak akan pernah ada. Namun beda lagi dengan masyarakat Gusii di Kenya, sama sekali tidak pernah ditemukan adanya konsep usia tengah baya.

Dalam masyarakat industri barat, periode rentangkehidupan dibagi 8 periode berurutan yang secara luas diterima. Perubahan yang penting terjadi pada periode sebelum lahir (prenatal). Dimana seseorang mengalami perkembangan dalam aspek fisik-motorik, kognitif, dan sosial emosional melalui masa bayi, masa kanak-kanak, usia sekolah, remaja, dewasa muda, dewasa madya, dan dewasa akhir.

Pembagian rentang kehidupan ke dalam 8 periode, rentang usia adalah sebuah perkiraan dan sifatnya sedikit subjektif. Pada masa dewasa tidak ada tanda-tanda fisik dan sosial yang memisahkan periode-periode tersebut secara jelas. Seperti usia sekolah tidak ditandai masuk sekolah, dan usia remaja tidak ditandai Pubertas. Perbedaan individu juga ada dalam cara orang-orang berhadapan dengan kejadian atau isu yang khas pada tiap periode. Contoh anak usia 18 bulan sudah diajari buang air kecil dengan mandiri (dilakukan sendiri tanpa bantuan orang tua). Ada pula di usia 3 baru di ajari hal tersebut. Contoh lagi orang dewasa tidak sabar pensiun, sedangkan yang lain mungkin tidak mau pensiun dini. Kebutuhan-kebutuhan perkembangan dasar tertentu harus dipenuhi dan tugas-tugas perkembangan harus dikuasai selama tiap periode untuk terjadinya perkembangan yang normal”.

Semoga artikel “Periode Rentang Kehidupan” ini dapat menambah wawasan kita semua.

3 Comments on Periode Rentang Kehidupan

  1. begini, sebagai seorang ibu saya miris sekali melihat bahwasanya anak2 dieksploitasi para orang dewasa agar memenuhi kebutuhan ego mereka
    contohnya saat karnaval,banyak anak PAUD diwajibkan entah oleh ortu atau dalam hal ini guru berdandan bak orang dewasa dengan make up lengkap
    apakah hal ini dibenarkan? sebenarnya yang butuh menang ini anak,atau ego guru dalam hal ini mirisnya ortu mereka mendukung
    padahal anak sekecil itu lebih bagus dominan tampil.apa adanya,tanpa polesan
    kita tidak perlu memaksa mereka tampil dewasa,karena yang butuh dewasa adalah kita

    • Betul bu, dalam pawai budaya memang penting buat anak, buat masyarakat, karena untuk menumbuhkan rasa kecintaanya terhadap nusantara dan budaya, hanya saja, mereka para Guru masih ada yang memaksakan kehendak anak, apalagi anak yang dipaksa sampai menangis

  2. Hi there, just wanted to mention, I enjoyed this blog post. It was practical. Keep on posting!|

1 Trackbacks & Pingbacks

  1. Faktor Hereditas vs Faktor Lingkungan | Artikel PAUD

Leave a comment

Your email address will not be published.


*